Sebenarnya pergelaran All England
2021 adalah kompetisi yang ditunggu-tunggu badminton lovers tanah air, tidak
kecuali aku. Terutama kami sangat merindukan match Minions yang sudah setahun
tidak bertanding di event besar internasional, dampak covid.
Euforia rindu kami membuncah pada
Rabu malam dengan pergelaran All England walau ada momen janggal yang
terabaikan saking rindunyaaaaa....
Apa itu yang janggal? Ada 7 orang
tim dari Denmark, India, dan Thailand yang positif covid, tentu saja hal ini
membuat peluang batalnya All England terbuka. Ternyata dalam kurun kurang 24
jam, setelah test ulang, hasil test negatif. Kami nggak curiga apa-apa, kami
bersyukur All England nggak jadi batal.
Hingga satu-persatu atlet Indonesia
bermain dan menang. Kevin-Gideon menang. Jojo menang. Lalu Ahsan-Hendra menang.
Namun, siapa sangka pertandingan Ahsan-Hendra menjadi pertandingan terakhir di
ajang prestisius ini.... INDONESIA DIPAKSA WITHDRAWN. Atlet-atlet Indonesia
lainnya yang belum bertanding, otomatis digugurkan juga BAHKAN SEBELUM
BERTANDING.
Indonesia shock! Berita ini seperti
disambar gledek! Gempar.
KOK BISA? INI PRANK KAH?
Bahkan kemarin pagi-pagi, tanggal 18
Maret, baca berita di fanspage KevinGideon, aku bengong. Ada apa ini? Ini
beneran?
Atlet Indonesia dipaksa mengundurkan
diri karena dampak berada se-pesawat dengan penumpang yang ternyata terpapar
covid dalam penerbangan Turki-Birmigham. Mereka dianggap close-contact dan
harus menjalani isolasi mandiri di kamar hotel selama 10 hari. TIDAK BOLEH
KEMANA-MANA. Lalu anehnya, mereka minta test lagi, TIDAK DIPERBOLEHKAN. BWF
memiliki alibi bahwa keputusan ini adalah regulasi dari pemerintahan Inggris.
Satu-persatu pun ketidakadilan yang
didapat tim Indonesia terjadi....
1. Setelah pertandingan
Ahsan-Hendra, seluruh tim Indonesia yang masih berada di hall disuruh balik ke
hotel, JALAN KAKI, tanpa bus shuttle yang biasanya mengantar.
2. Sesampai di hotel, nggak boleh
naik lift, tapi tangga darurat.
3. Indonesia menginginkan test
ulang, tapi tidak diperbolehkan, padahal 7 orang yang positif sebelumnya boleh
test ulang. Lucunya, re-test yang dilakukan 7 orang ini dilakukan swab sendiri
di kamar isolasi masing-masing. Apa-apaan ini? Gimana nggak hasilnya jadi
negatif dalam kurun kurang 24 jam, lha ini test sendiri. FYI, jam pergelaran
All England delay ya karena nunggu hasil 7 orang ini....
Tim Indonesia sebelumnya sudah
divaksin 2x. Sesampai di Inggris pun juga ditest, hasil negatif semua. Kok
ujug-ujug, ada info
bahwa terdapat penumpang yang se-pesawat dengan tim Indonesia
terpapar covid, akhirnya mereka disuruh isolasi. Mau test lagi nggak boleh.
4. Ada atlet Turki, Neslihan Yigit,
yang sepesawat dengan tim Indonesia, tapi tidak bebarengan di-WO. Keburu publik
badminton lovers gempar dulu meminta keadilan. Akhirnya Rabu malam, pemain ini
juga di-WO. Telat bangettt.
5. Tujuh orang yang positif, lalu
test ulang, hasil negatif, diperkenankan meneruskan kompetisi, sementara
Indonesia yang jelas-jelas setelah tiba di Inggris, hasil negatif, disuruh
mundur dan isolasi mandiri tanpa diperbolehkan re-test. NGGAK ADIL.
6. Pertandingan Ahsan-Hendra,
service judge-nya dari Inggris padahal lawan Indonesia dari Inggris. Saat
pertandingan beberapa kali service Ahsan di-fault. Alhamdulillah, mereka tetap
menang.
8. Sampai saat ini belum diinformasikan siapa penumpang yang terpapar covid
yang sepesawat dengan tim Indonesia. Inggris beralasan medical record.
9. Mengapa hanya Indonesia menjadi
korban harus isolasi, kok nggak di-tracing secara menyeluruh, padahal sudah
bertemu tim negara-negara lain dalam satu hall meski tidak berjabat tangan.
All England tetap berjalan (tidak
ditunda sementara ataupun dihentikan) dengan mengorbankan Indonesia dan tidak
diadakan tracing ataupun tes lagi. Mengabaikan tracing padahal sangat
memungkinkan penularan, tapi "dengan sadisnya" memaksa Indonesia
mengundurkan diri dan isolasi mandiri. TIMPANG BANGET. NGGAK ADIL.
Kok bisa ya, 7 orang yang positif
kemarin boleh re-test, terus hasilnya NEGATIF dalam kurang dari 24 jam, setelah
itu diperbolehkan mengikuti kompetisi. Begitu mudahnya percaya. Sementara
Indonesia yang hasil testnya sudah negatif (test pertama kali datang Inggris),
justru dipaksa isolasi.
KENAPA NGGAK ADIL. KENAPA NGGAK
BERPRIKEMANUSIAAN.
10. Jika Inggris masih ada logika,
ya sudah ngikuti saja regulasi itu, terserah, tapi biarkan Indonesia tes lagi,
jika hasil negatif, biarkan mereka pulang ke Indonesia, bukan dipaksa isolasi
tanpa diperbolehkan re-test. Sementara tim negara lain yang sudah berinteraksi
dengan Indonesia dan "7 orang yang positif jadi negatif" justru
dengan leluasa dibolehkan berlaga. Kok gini banget ya?
NGGAK MASUK AKAL DAN NGGAK RELEVAN.
Padahal Indonesia disuruh mundur dan
diisolasi karena dampak sepesawat dengan penumpang yang ternyata kena covid,
dianggap close contact. Lha ini yang sudah berinteraksi dengan Indonesia dan
"7 orang yang positif jadi negatif"tetap boleh
berlaga tanpa ada tracing atau test lagi.
Saya juga notice ke hal berikut ini.
Peraturan di Inggris kalau naik
se-pesawat ternyata dengan ada penumpang yang terpapar covid harus isolasi
mandiri 10 hari, tanpa ditest. Pukul rata. Meski minta test buat periksa untuk
memastikan, nggak diperbolehkan, pokoknya isolasi aja, mau negatif kek,
isolasi.
Berarti kalo di pesawat ada 200
penumpang, terus 1 orang aja kena covid, lalu 199 penumpangnya juga isolasi ya,
tanpa perlu test.
Ini hipotesa aku melihat kasus tim
Indonesia diperlakukan seperti ini. Mereka mau test lagi nggak boleh. Pokoknya
isolasi. Padahal mereka di Indonesia sudah divaksin 2x. Terus tiba di Inggris
pun sudah test, hasil negatif.
Kalau di Indonesia, justru kalau
orang terdekat kena covid, orang di sekitarnya disarankan tes juga.
Inggris nggak gitu.
Semoga kami mendapatkan keadilan
dari tragedi All England 2021....
Allah SWT akan gelar istimewa yang
lain untuk Indonesia.