Senin, 05 Oktober 2020

Nama-Nama Tanamanku

Di tamanku ada berbagai macam tanaman. Ngga kerasa juga sudah punya 30-an tanaman.

1. Vitalium
2. Brokoli
3. Bogenvil
4. Vinca ungu
5. Suko kuning
6.Lamtana putih
7. Lavender
8. Taiwan beauty
9. Chrysant pink
10. Peacock
11. Butter Daisy
12. Chrysant maron
13. Lamtana ungu
14. Kenikir
15. Lamtana kuning
16. Mata kucing varegata
17. Kribo 
18. Pitunia pink tua
19. Baby blue
20. Pitunia ungu tua
21. Nona makan sirih
22. Butterfly
23. Vinca baby pink
24. Bidara
25. Mawar pink
26. Matakucing
27. Marrygold (pom-pom)
28. Pandan
29. Cherry
30. Jengger Ayam
31. Daun mint
32. Telang

Hobi Baru: Berkebun (Memelihara Tanaman)

Hobi yang ngga pernah kusangka, berkebun atau memelihara tanaman, relating dulu pas di rumah ortu ngga pernah mengurusin pertamanan😁, sekarang setelah punya rumah sendiri, punya aktivitas baru, berkebun.

Pertama-tama bisa punya pikiran mengisi taman, dibilang lucu karena gegara awalnya suami nemuin hewan bunglon di taman kami. Dia mau memelihara. Akunya ngga mau, takut banget sama reptil. Ngeliat aja, aku udah bergidik. Aku bilang ngga mau memelihara bunglon, tapi suami keukeuh pengen, malah hampir beli kandang bunglon😂. Aku pun meneteskan airmata. sebagai tanda bener-bener ngga mau, takut sama hewan itu.

Terus akhirnya batal, dia ngga jadi beli kandang.

Hingga suatu ketika, dia terpikir untuk beli tanaman untuk mengisi taman di halaman rumah.

Tamanku waktu itu tampak lengang. Cuma diisi 2 tanaman. Sebenarnya beli 3, satunya mati karena kami kurang merawat. Apalagi aku, suka lupa menyirami.

Lalu, niatan pengen beli tanaman untuk isi taman terlaksana. Langsung beli beberapa tanaman sekaligus.

 Lama-lama makin suka, makin suka memelihara tanaman bunga-bunga. Kami jadi sering beli tanaman-tanaman, terutama yang tumbuh bunga. 

Total sekarang ada 30-an tanaman di rumah aku. Yeay. Tamanku jadi berwarna. Ada segala macam tanaman bunga dengan beraneka warna. Mejikuhibiniu.

Sekarang kami rajin dan konsisten menyirami tanaman 2x sehari. Tanggung jawab membeli segitu banyak tanaman. Mereka harus dirawat.

Pengetahuan kami tentang nama tanaman-tanaman dan cara merawatnya juga bertambah. Aku kalau beli tidak segan untuk bertanya namanya apa dan cocok tidak untuk diletakkan di tempat panas (relating Gresik kan daerah panas).

Sabtu, 21 Desember 2019

Travelling To Batu City (Day 1)

HARI PERTAMA, 2 Desember 2019.

Kami berangkat habis asharan (waktu daerah Surabaya) naik motor. Start berangkat sekitar jam 3 kurang. Oh ya, sebelumnya sudah charge badan dulu, tidur siang, alhamdulillah aku ngga ngantuk sama sekali selama perjalanan. Bisa menikmati situasi jalan. (Beda sama 2 tahun lalu, travelling ke sana, tujuan masih jauh, tapi aku udah ngantuk😂)

TIPS: sebelum berangkat travelling naik motor, sebaiknya tidur dulu.

Di rumah, kami sempat cek google map, diarahkan rute tercepat lewat Cangar. Aku bilang suamiku kalau kurang prefer lewat sana, kiri-kanan alas. Apalagi kita berangkat sore. Kami putuskan lewat jalur kota, lebih safe, meski memang lebih jauh.


Rute kami, Surabaya>Sidoarjo>Porong>Gempol>Pasuruan>Lawang (Malang)>Singosari(Malang)>Batu

Cuaca saat itu ngga panas, cenderung mendung. Di Sidoarjo, hujan tipis-tipis. Kami masih nekad ngga pake jas ujan. Perjalanan kota berikutnya, hujan sudah reda. 

Lalu sampe Pasuruan, suhu udara sudah mulai agak dingin. Di sana sudah mulai hujan (alhamdulillah tidak terlalu lebat, masih bisa melanjutkan perjalanan). Suami minta pake jas hujan, faktor suhu dingin. Kami berhenti sebentar. Menepi di depan wisata Hutan Purwodadi, Pasuruan. Aku ikutan pake, biar lebih anget.

Lanjut lagi. 

Sesampai di Singosari, ternyata infrastruktur jalan ada perubahan. Jalan ada yang dipugar. Kami kebablas jalan. Lalu tanya orang setempat, terus akhirnya puter balik. Untungnya ngga begitu jauh.

Alhamdulillah, sampe tujuan sekitar jam 18.30. Kami sudah booking di penginapan SahabatBackpacker. Tinggal check in. (Waktu adzan isya' wilayah Batu sekitar jam 7 kurang 10, masih ngatasi magriban di Batu.)

Berarti waktu yang ditempuh Surabaya-Batu sekitar 3,5 jam (ini sudah include waktu yang molor karena kebablasan tadi, harusnya ngga sampe 3,5 jam ya). Area lokasi SahabatBackpacker ini masuk ke dalam gang perumahan. Untuk parkir juga cukup kondusif.

Biaya menginap Rp 170.000/hari untuk tipe kamar KOPER. Kami sudah booking untuk 4 hari ke depan (2-7 Desember 2019). Harga itu masuk harga weekday, kalo pas weekend beda tarif lagi. Bisa kepoin di IG sahabatbackpackerbatu.

Fasilitas kamar tipe KOPER ini, meliputi:
- TV
- kamar mandi dalam
- air panas
- double bed (ada kasur tambahan di bawah kolong spring bed utama)
- bantal, guling, selimut
- handuk
- cermin gede memanjang
- lampunya ada beberapa (ada sinar putih, kuning, nyaman bisa diatur buat tidur, atau nonton tv) 
- sabun cuci tangan

Fyi, ada tipe kamar yang harganya lebih ekonomis, tapi kamar mandi luar. 

Penginapan SahabatBackpacker ini lokasinya strategis banget karena dekat dengan wisata-wisata. Kota Batu banyakkkk tempat wisatanya. Puas-puasin travelling deh di sana.

Oh ya, di sini juga ada fasilitas pantry sederhana, ada kompor, ada panci. Mungkin ada yang mau bikin mie instan atau teh anget, bisa.

Terus ada etalase yang menjual kebutuhan pengunjung saat menginap, seperti air mineral, snack, sabun, sampo, pasta gigi, pembalut, popok bayi, dsb.

Selama menginap di sini, kami merasa puas. Customer service juga ramah.

Itu review penginapan kami. 

Makan malamnya, pilih makan yang gampang dicari, Ayam-Bebek Purnama. Sebenernya di Surabaya-Gresik juga ada, tapi kami sudah kelaparan, cari yang gampang ditemukan.

Suasana juga beda ya. Beda banget malah. Surabaya dan Gresik panas, kalau di Batu dinginnnn. AC alami maknyuss.
 
Hmm, aku rasa segitu dulu, story perjalanan hari pertama kami. Habis makan malam tentu waktunya istirahat.

(next day)

Kamis, 19 Desember 2019

Batu City In Love

Wahh, udah lama ini ngga update blog ya.

Aku pingin tulis cerita banyakkk tentang travelling-ku sama suami ke Batu (kira-kira 30menitan dari Malang, karena kami sempat kebablas ke Malang, lalu puter balik).

Rabu, 24 Juli 2019

Infuse Water - Rendaman Air Jahe & Kayu Manis

Kebiasaan mengonsumsi infuse water ini sedang buming. Minuman herbal kesehatan yang bisa dibikin di rumah sendiri.

Salah satu minuman yang sudah aq coba yaitu rendaman air jahe dan kayu manis. Minuman ini direndam dengan air bersuhu normal selama +- 6 jam, bermanfaat untuk detox organ reproduksi wanita.

Aroma kayu manis ini emang enak ya. Meski terasa hambar, tapi masih aq doyan minum.

Cara bikinnya gampang bangettt. Kupas jahe lalu dipotong lalu digeprek. Udah, tinggal dimasukkan bersama kayu manis ke dalam air bersuhu normal (jangan lupa jahe dan kayu manisnya dicuci dulu).

Aq masukkan kayu manis 3 batang. Jahenya seruas kelingking. Airnya kira2 +- 600 ml.

Juara Indonesia Open 2019 - The Minions Ke Podium Teratas Lagi

Sempat mengalami masa sulit sejak All England 2019, akhirnya ganda putra Indonesia no.1 dunia ini berhasil naik ke podium tertinggi lagi sejak Januari 2019 lalu. Yap, pasangan Kevin-Gideon menjadi juara Superseries1000 Indonesia Open 2019. Ini adalah gelar ketiga mereka di tahun, semoga disusul gelar-gelar lainnya.

Sebelumnya, performa mereka memang tidak seperti biasanya. Stop di babak-babak sebelum masuk final. Dunia sudah biasa melihat mereka menang, jadi saat melihat mereka kalah menjadi hal tidak biasa alias ngga normal.

Namun, sebenarnya The Minions mengalami kenaikan grafik untuk performa mereka.


All England stop di babak 32 besar (kalah dari Zhang Nan-Liu Chen)
Malaysia Open stop di perempat final (kalah dari Fajar-Rian)
Singapore Open stop di semifinal (kalah dari Kamura-Sonoda)
BAC/Badminton Asia Championship final sebagai runner up (kalah dari Endo-Yuta)

Pada kompetisi beregu Piala Sudirman, mereka tidak pernah kalah satu pertandingan pun. Bisa bahaya kalau mereka kalah, sektor ganda putra adalah harga mati bagi tim Indonesia.

Lalu baru saja berakhir gelaran Indonesia Open, mereka berhasil mengalahkan pasangan senior Hendra-Ahsan.

Baru minggu malam (21/7) selesai bertanding, lalu dini harinya mereka harus berangkat terbang ke Jepang untuk mengikuti Jepang Open. Hebatt...

Met berjuang Kevin-Gideon!
Good Luck!

Indonesia proud have you.



Rabu, 19 Juni 2019

[HEALTH] WEDANG LEMON

Awalnya aku punya masalah sembelit. Buang air besar susah (pup-nya keras), bahkan kudu mengejan untuk bantu bisa keluar. Itu ngga nyaman banget.

Alhamdulillah, aku menemukan resep jitu untuk mengatasi ini, yaitu air lemon. Pas liburan Lebaran kemarin, stay di rumah mertua, tiap hari mengonsumsi wedang lemon.

Yang biasanya suka agak takut pup bakal keras, setelah minum wedang lemon rutin beberapa hari, sembelit sembuh (pup nya lunak), wasir juga hilang. ALHAMDULILLAH. 

Kesehatan itu memang bernilai banget. Meski sekedar buang air besar bisa lancar (pencernaan sehat) itu patut kita syukuri yang mungkin kita abaikan.

Cara membuatnya, gampang banget.
1. Godok air.

2. Angkat. Jangan langsung masukkan lemon, karena bisa merusak vitaminnya.
3. Tunggu beberapa saat.
4. Masukkan irisan lemon tipis-tipis (pastikan sudah dicuci bersih)
5. Bisa ditambah gula, sedikit saja. Atau madu, lebih sehat.
6. Siap dinikmati.

                                           (sumber gambar: hellosehat.com)

Kalo ada yang punya masalah sembelit, bisa dicoba tips ini, tapi sebaiknya jangan dikonsumsi bagi yang punya maag sensitif.