Senin, 22 Oktober 2018

[FILM] Yowen Ben: Ajang pembuktian mereka yang pernah diremehkan



 (sumber gambar: Wikipedia)

Telu kata, Film Kocak Pol!!! Aq wes mari nontok ambi bojoku. Sampe kemekel nontok'e jan 😅😅.
 Berhubung film iki atek bahasa jowo, aq ngreview'e yo atek bahasa jowo😁.
Dadi lak awakmu pas stres, mangkel, sumpek, nelongso, opo jare arek jaman now iku 'galau', mendingan daripada awakmu ngrusulo ae, film Yowis Ben iso dadi hiburan seng iso nggarai ngguyu kemekel. Dialog'e koplak, tapi film iki tetep iso nyampekno pesen moral seng apik.
Bayu Skak dadi peran utama. Kowe pasti ero kan de'e youtuber terkenal seng wes 'ngartis'. Bayu dadi bocah SMA seng gak ganteng tapi percaya dirie kenemenen. Wong de'e seneng wong wedok ayu, yo wani ngkei puisi lan nembak, masio diisin-isini nag kelas liyo. Bayu dijuluki pecel boy, soale biasae nggowo bakulan pecel dodolane ibuke.
Bayu duwe sahabat plek, jenenge Doni, wong sogeh tapi de'e kurang perhatian lan disepelehno wongtuwone. Doni mangkel pisan dibanding-bandingno ambi adikke seng dianggep luwe berprestasi.
Bayu lan Doni pengen uripe iso luwe diajeni. Terus nduwe ide nggawe band. Butuh loro tambahan anggota.
Akhire mereka iso ngolehno loro tambahan anggota. Jenenge Yayan lan Nando.
Yayan alim pol, ruajin sem
bahyang, senengane nyebutno asmane Pengeran. Lak Nando seng paling becik raine, ganteng jan. Akeh adegan lucu pol. Opo maneh iso oleh jeneng band 'Yowis Ben' iku sakjane gak disengojo, lha wong papat iku eker-ekeran nentukno jeneng.
Film perjuangan bocah nggolek pembuktian bahwa mereka iku layak diajeni.
Puncak konflik film iki pas Bayu cidek karo Susan maleh nggarai kekompakan Yowis Ben runyam.
Tapi engkok hepi ending kok. Tontoken ae ta.

Minggu, 21 Oktober 2018

[FILM] Aku, Kau dan KUA: Kita tidak pernah tahu pada siapa cinta akan berlabuh



(sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Aku,_Kau_%26_KUA)

Persahabatan jadi cinta, sudah menjadi hal biasa. Namun cinta tidak pernah berubah, sebab cinta sejati selalu menjadi misteri. Kita tidak pernah tahu pada siapa cinta akan kita akan berlabuh. Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana kita berjumpa dengan cinta sejati kita. Kita juga tidak pernah tahu bahwa cinta harus jatuh pada sahabat sendiri. Semakin kita mengingkari, semakin membuat hati perih.
Film Aku, Kau dan KUA recomended untuk ditonton! Film genre drama comedy memang tidak membuat bosan. Terutama film-film yang dapat menyuguhkan pesan moral yang baik buat penonton, termasuk film yang satu ini.
Sebenarnya film yang rilis di tahun 2014 ini sudah beberapa kali ditayangkan di TV nasional, namun sayangnya agak banyak scene yang dipotong – yeah... maklum faktor durasi tayang – karena aku sudah nonton full film-nya, jadi merasa kurang puas setelah nonton dari TV nasional.
Point-point yang patut di-checklist dari film adalah pertama, dialog-dialog yang segar dan kocak namun film ini tidak kehilangan makna pesan moral yang terkandung dalam isi cerita. Kedua, mengisahkan kehidupan anak muda yang realistis – apalagi jika kalian pernah batal nikah padahal sudah sebar undangan, pernah menjadi pemuja rahasia yang tidak punya nyali, pernah putus dan masih ngenes meski tahu pacar kita brengsek, pernah menjadi mantan yang terbuang dan tragis ditinggal nikah, ataupun pernah menjadi the best seorang motivator asmara tapi masih jomblo – kengerian-kengerian naudzubillah mindalik dalam dunia asmara itu bikin diri kita senyam-senyum sendiri karena mungkin pernah mengalami. Ketiga, nonton tidak cukup satu kali. Keempat, ada Adipati Dolken yang acting-nya tidak perlu diragukan dan biasanya film dia bagus. Kelima, kalau kamu sedih, bisa bikin kamu happy J.
Di film ini memainkan banyak aktor-aktris pemain. Namun jangan khawatir, tidak akan membuat kita bingung memahami film lucu ini!
Adipati Dolken berperan sebagai Rico. Rico menjalin persahabatan dengan Uci, Deon, Fira, Mona dan Pepi.
Rico adalah anak kost yang ganteng, keren dan berkantong tipis tapi punya pacar cantik, bawel, kaya dan sosialita, Aida. Pasangan yang sudah jelas ending hubungannya bagaimana. Bagai air dan minyak, tidak bisa bersatu. Rico bahkan harus berhutang-hutang demi untuk menyenangkan hati Aida, shopping. Ampun Rico kenapa mau menjalani hubungan seperti ini? Nikah aja belum tentu, sudah mau berhutang-hutang demi pacar. Mending taubat aja.
Deon, pemuda pemalu ini diam-diam mencintai Fira sejak lama. Namun gadis manis itu sudah memiliki calon suami dan akan menikah. Siapa sangka, bahwa Fira batal menikah karena Lando – calon suami Fira yang ganteng dan romantis – ketauan biang keladinya, Lando adalah pria buaya darat! Hal ini memberikan secerca harapan bagi Deon untuk merebut hati Fira. Tidak tanggung-tanggung, Deon ingin menikahi Fira.
Mona, gadis cantik tapi cerewet ini juga memiliki kisah asmara yang menggelikan. Mona berinisiatif memakai hijab pasca putus dari pacarnya yang memang sebenarnya tidak patut dijadikan pacar. Tanpa sadar, Mona berhijrah dengan niat yang salah, yaitu hanya untuk pelarian patah hatinya.
Pepi, pemuda berambut kribo yang lucu dan hobi fotografi ini memberikan keceriaan di tengah-tengah sahabat-sahabatnya. Dia se-kost dengan Rico & Deon.
Sedangkan Uci adalah gadis imut-imut, pintar, berhijab, paling dewasa dan bijaksana. Dia selalu menjadi motivator bagi sahabat-sahabatnya yang tertimpa masalah atau musibah. Namun siapa yang tahu, bahwa Uci juga butuh seseorang yang mencintainya dengan tulus.
Mereka memiliki konflik masing-masing. Rico yang harus menanggung malu ditolak mentah-mentah oleh Aida saat memberanikan diri melamarnya di depan umum. Harga diri Rico seperti diinjak-injak, selain cincin untuk Aida dibuang oleh gadis itu, lalu ternyata tanpa sepengetahuan Rico, Aida tiba-tiba sudah dijodohkan oleh orangtuanya dengan pria mapan dan rupawan. Rico patah hati dan down. Beruntung, ada Uci yang bisa memberikan nasihat-nasihat bijak dan menghibur Rico.
Sementara itu, Deon yang sudah mulai aktif mendekati Fira, dia mengajak Fira taaruf. Awalnya, Fira bimbang. Namun berkat pencerahan dari Uci, akhirnya Fira mencoba membuka hati dan mau menerima taaruf dari Deon.
Sedangkan Mona yang sudah mulai berhijab, kembali jatuh hati dengan orang yang salah. Padahal pria yang menjadi penulis buku dan pernah menjadi narasumber di acara reliji-motivasi tersebut lebih cocok sebagai paman Mona, apalagi dia sudah beristri dan memiliki 2 anak. Syukurnya, lagi-lagi Uci yang bisa menyadarkan dan menolong sahabatnya di kala kehilangan arah. Mona pun sadar bahwa hijrahnya selama ini salah. Dia berhijab bukan untuk memperbaiki diri, melainkan hanya terobsesi mendapatkan kekasih sholeh. Padahal, jika kita tulus memperbaiki diri, maka kita akan dipertemukan dengan seseorang yang juga sedang memperbaiki diri alias orang yang baik. Orang baik akan dipertemukan dengan orang yang baik. Biasanya, jodoh datang pada saat yang tak diduga-duga dan dia adalah seseorang yang tidak kita kira atau yang pernah kita abaikan dulu.
Setiap usaha yang tekun akan memberikan hasil. Hal itu selaras dengan usaha Deon yang ingin mendapatkan wanita yang baik dengan cara yang baik. Taaruf, lalu jika cocok, selanjutnya akan menikah. Deon akhirnya bisa menikah dengan Fira, sahabat sekaligus pujaan hatinya itu.
Satu persatu, permasalahan sahabat-sahabatnya clear, namun Rico dan Uci masih terbelenggu keragu-raguan, apakah cinta yang tumbuh di antara mereka patut dilanjutkan. Uci khawatir bahwa Rico tidak tulus mencintainya, apalagi setelah tahu kisah masa kelam Uci di masa lalu. Sedangkan Rico juga bertanya pada dirinya, sanggupkah menerima konsekuensi hubungan long distance sebab Uci akan menjalani kuliah S2 di Jerman.
Tresno jalaran soko kulino (cinta karena sudah terbiasa bersama). Rico jatuh hati pada Uci. Gadis itu selalu ada untuk Rico dan bisa tulus memahami kondisi Rico apa adanya.
Rico pun harus menentukan pilihan, melepaskan wanita sebaik Uci ATAU menikahi gadis itu dengan konsekuensi yang ada?
Tonton aja full film-nya ya! Aku kasih score 8.5 untuk film ini. Oh ya, OST. film ini sangat familiar lho. Lagu itu dinyanyikan oleh jebolan X-Factor Indonesia, Fatin & Mikha The Overtunes berjudul ‘Kaulah Kamuku’.
(sumber gambar: https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/read/12230/aku-kau-and-kua-sudah-cukupkah-modal-nikah-anda)

[REVIEW FILM] Chrisye: Di balik Sang Legenda musik



(sumber gambar: https://www.bioskoptoday.com/film/chrisye/)

Baiklah, harus aku sampaikan – mungkin cukup persuatif meski bukan marketer produk – bahwa jika kalian sudah nonton film satu ini, maka setelah itu kalian akan membuka aplikasi musik ataupun situs musik online yang bisa memutar lagu-lagu Sang Legend yang punya ciri khas gimik panggung yang kaku. Kemudian kita tersadar bahwa lagu-lagu beliau masih sangat asik didengar hingga sekarang. Yap, Chrisye! Satu lagu favoritku yang Chrisye bawakan bersama Ungu yang berjudul “Cinta Yang Lain” seolah membawa diriku kembali ke memori masa masih ingusan tentang cinta.
Selain itu, film mengharu-biru ini bisa membuat trenyuh dan menyentuh hati, bagaimana perjuangan seorang laki-laki dari nol yang dengan setia didampingi oleh Sang Istri yang hebat. Aku bisa melihat bagaimana istri Chrisye punya andil atas kesuksesan suaminya.
Film ini bagus untuk pasangan suami-istri, sebagai pacuan untuk bisa menjadi pasangan yang saling mengisi, pengertian, perhatian dan setia. Yanti adalah seorang wanita yang ceria dan optimis. Sedangkan Chrisye – aku jadi bisa tahu banyak dari film ini – adalah seorang pria yang melankolis, mudah gugup, agak pesimis atau kurang percaya diri, agak pemalu dan BERJIWA SENIMAN SEJATI MENDARAH DAGING (maaf, aku bahkan harus ketik dengan capslock untuk menggarisbawahi bahwa dia layak menjadi legend). Betapa tidak, dia menyanyikan lagu-lagu bukan hanya sekedar menyanyi, namun sungguh-sungguh mendalami makna dari lagu yang dia nyanyikan. Hmm, wajar saja ya, lagu-lagu beliau sebagian besar selalu buming alias populer di masyarakat, sebab dia menyanyi dari hati. Aktor Vino G. Bastian terpilih untuk memerankan tokoh Chrisye, sedangkan Velove Vexia berperan sebagai Yanti. Aku acungkan jempol untuk acting Vino!
Dari film ini, mata kita juga bisa terbuka bahwa seorang yang ‘besar’ tidak serta-merta jebret langsung bisa sukses dan tidak ada kendala. Bahkan Chrisye nyaris menghadapi kegagalan momen besar dalam hidupnya. Beliau juga pernah diremehkan, pernah putus asa, pernah kehilangan kedamaian hati.
Film Chrisye menyuguhkan kisah seorang penyanyi terkenal yang manusiawi alami, hmm... sebut saja ‘penyanyi juga manusia’, karena menjelang hari konser tunggalnya – pada bulan Agustus tahun 1994 – suara dia hilang. Chrisye gugup, stress tanpa dia sadari. Hendra Priyadi sebagai promotor konser serta tim penggagas konser, Jay Subiyakto dan Erwin Gutawa, merasa bagai kulit teriris pisau tapi tidak berdarah, galau tapi tidak bisa marah atau memaksa suara Chrisye bisa kembali membaik. Mereka hanya bisa memberi wejangan pada Chrisye agar bisa rileks dan tidak berpengaruh kepada fisiknya. Walaupun sempat menemui kendala soal budget juga, syukur alhamdulillah, pada hari-H konser, suara Chrisye bisa keluar tanpa diketahui ribuan penonton hampir saja terjadi kejadian fatal. Suara hilang adalah bencana bagi seorang penyanyi.
Chrisye – bernama asli Chrismansyah Rahadi – anak keturunan Tionghoa-Indonesia ini  sudah terjun di dunia musik sejak muda, dia pernah menjadi personil band, band Gypsy, sebagai vokal dan bass. Band Gypsy pernah mendapat kesempatan diundang menjadi band pengisi di restoran di Amerika. Ayah Chrisye sempat menentang keras, sebab jika Chrisye tetap berangkat ke Amerika, maka pendidikannya akan terbengkalai. Chrisye mau tak mau patuh pada orangtuanya, namun dia stress hingga jatuh sakit. Akhirnya, Sang Ayah berubah pikiran, setelah mendapat ilham lewat mimpi, beliau mengizinkan Chrisye ke Amerika.
Perjalanan karir musik Sang Legend di Amerika tidak bertahan terlalu lama, setelah adik Chrisye meninggal dunia karena sakit, ada gejolak batin dalam dirinya, dia bahkan tidak bisa hadir saat keluarganya berduka. Kemudian, Chrisye memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan meneruskan perjalanan karir musiknya di tanah air.
Suara Chrisye yang khas dan unik, membuat pimpinan radio Prambors kala itu tertarik pada Chrisye untuk menyanyikan solo lagu “Lilin-Lilin Kecil” di lomba cipta lagu remaja. Chrisye pada mulanya tidak percaya diri, namun akhirnya dia menerima tawaran tersebut.
Sosok Chrisye sebagai penyanyi solo mulai menampakkan sinar. Lagu “Lilin-Lilin Kecil” disukai pecinta musik Indonesia dan membuat namanya dilirik produsen musik. Pada tahun 1978, Chrisye pun direkrut oleh suatu label rekaman terkemuka di ibukota, PT Musica Studio.
Di tengah-tengah karir Chrisye sebagai penyanyi yang pasang surut, dia juga memiliki kisah asmara yang manis. Mulanya, Yanti mengira Chrisye adalah anak rumahan yang pendiam, namun ternyata dia jago main musik. Diam-diam Yanti kagum padanya.
Jodoh pasti bertemu ke manapun langkah kita melangkah. Mulai dari pertemuan Chrisye dan Yanti tanpa sengaja di pesta teman yang berlalu seperti angin, hingga bertemu lagi di sanggar Guruh Soekarnoputra. Yanti bekerja sebagai karyawan di sanggar tersebut. Chrisye menjalin hubungan baik dengan Guruh Sokarnoputra, tanpa disangka bertemu calon istrinya di sanggar itu.
Film Chrisye juga memberikan unsur religi, bagaimana seorang manusia yang mendapat hidayah dan memeluk Islam. Akhirnya Chrisye dan Yanti menikah secara muslim. Bahkan sebelumnya, Chrisye juga diharuskan khitan alias sunat oleh keluarga Yanti. Di sini juga dimunculkan peran Ustad Surya sebagai guru spiritual Chrisye, yang tidak lain adalah sepupu Yanti.
Yanti menikah dengan Chrisye, saat karir Chrisye masih belum terlalu gemilang. Bahkan dia sempat turun kepercayadirian, sebab rumah tempat tinggal mereka masih menumpang. Meski begitu, Sang Istri tidak mengeluh dan tetap men-support Chrisye agar tidak perlu terlalu khawatir perihal keuangan mereka.
Lagu “Aku Cinta Dia” yang bernuansa musik ceria dan perlu menggoyangkan badan, membuat Chrisye tidak percaya diri. Dia merasa tidak nyaman harus beraksi dengan tarian-tarian. Namun, justru lagu itu yang membuat karirnya meroket. Upaya dan doa pasti selalu membuahkan hasil. Finansial dan karir Chrisye berangsur membaik.
Chrisye benar-benar sosok insan yang unik. Tidak narsis, justru pemalu. Bahkan dia tidak nyaman jika mendengar suara nyanyiannya sendiri di radio dan tidak berani atau malu-malu kucing jika melihat tayangan penampilan bernyanyinya di TV.
Hmm... film yang bisa menyajikan pahit dan manisnya kehidupan. Karena berdasarkan kehidupan nyata, jadi berkesan natural dan manusiawi. Filosofi tentang roda kehidupan yang terus berputar, kadang kita di bawah, kadang kita di atas, itu benar adanya.
Best scene dan paling mengharukan di film ini adalah scene penggarapan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”. Aku meneteskan airmata. Lagu ini tercipta dari perpaduan karya Chrisye sendiri dan Taufik Ismail. Chrisye menciptakan nada-nada lagunya, kemudian dia meminta bantuan kepada Taufik Ismail, seorang penyair dan sastrawan terkemuka di Indonesia, untuk membuatkan lirik lagunya.
Tidak banyak yang kita ketahui tentang sejarah penciptaan lagu ini. Taufik Ismail pada mulanya kesulitan untuk membuat lirik lagu ini. Bahkan beliau baru mendapatkan inspirasi lirik dan menuangkannya ke dalam tulisan pada hari terakhir deadline.
Baru pertama kali sepanjang karir Chrisye bermusik baru kali ini dia sangat kesulitan menyanyikan lagu. Suara dia tidak sanggup keluar, hanya airmata yang tumpah. Berkali-kali Chrisye mencoba menyanyikan lirik lagu itu untuk rekaman lagu, namun gagal. Sesak hatinya.... Lirik lagu tersebut sangat dalam, hingga beliau kesulitan untuk menyanyikannya. Dari sini kita akan mengetahui bahwa Chrisye adalah seorang penyanyi yang sangat menjiwai sebuah lagu.
Chrisye merasa tidak sanggup menyanyikan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”. Kemudian, Yanti ditelpon untuk datang ke studio rekaman untuk memberi dukungan pada Chrisye. Kehadiran Yanti memberikan suntikan semangat dan energi tersendiri pada Chrisye. Sang Istri bahkan sholat di tempat tersebut untuk mendoakan keberhasilan Chrisye menyanyikan lagu yang mengandung reliji kuat itu. Chrisye juga berwudhu terlebih dahulu sebelum menyanyikan rekaman lagu itu.
Taufik Ismail yang menciptakan lirik lagu itu akhirnya mengungkapkan bahwa lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” terinspirasi setelah mengaji Al-Qur’an Surat Yaasiin. Lirik tersebut terilhami dari terjemahan Surat Yaasiin ayat ke-65 yaitu tentang pengadilan Hari Akhir.
Taufik Ismail hampir menyerah saat membuat lirik lagu tersebut karena melodinya sangat indah, namun kemudian beliau mendapat inspirasi setelah mengaji Al-Qur’An Surat Yaasiin.
Berikut sepenggal lirik lagu  “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”:
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
           
         Film ini cocok ditonton bersama pasangan, keluarga atau bersama teman-teman. Film yang rilis 7 Desember 2017 dan diproduksi oleh MNC Pictures & Vito Global Visi ini disutradarai oleh sutradara kondang, Rizal Mantovani. Wajar ya, filmnya keren! Romantis, lucu, mengharukan....