Selasa, 30 April 2019

[BEAUTY] Facial Foam Wardah C Defense Energizing Creamy Wash: Cuci Muka Bikin Hepi

Kalau kamu bingung cari facial foam merk lokal yang bagus dan harga terjangkau, aku recommend merk Wardah yang kemasannya warna orange. Yap, sesuai dengan aromanya, jeruk. Menurutku, ngga nyegrak, baunya soft, fresh.

Nama produk satu ini agak panjang ya, Wardah C Defense Energizing Creamy Wash, tapi cukup diinget kemasannya aja, warna orange. Hehehe.

Kenapa aku suka sekali sama produk ini? Waktu di-apply buat cuci muka, lembuttt banget di kulitku. Pantes yaa namanya Creamy Wash. Cozy bangett waktu gosok muka pake foam ini. Nah uniknya lagi, meski kerasa creamy waktu cuci muka, tapiii setelah basuh pake air, hasilnya keset. Clinggg! Bebas minyak, kelihatan cerah, lembab, ngga licin.

Sukaa sekaliii. Cuci muka bikin hepi😍.

Sebelum tidur, cuci muka pake ini,terus pas bangun pagi, wajah tetep cerah. Recommended!


Harga produk (saat aku beli) Rp 17.500,-
Terjangkau kan. Ngga harus mahal, tapi hasil mantullll (mantap betullll).

Jumat, 19 April 2019

[FILM] ESCAPE ROOM: Yang Paling Beruntung Dari Yang Beruntung

Film science fiction horor ini mungkin bisa dibilang thriller juga, aktor-aktornya satu per satu mati terbunuh dalam sebuah permainan maut. Sisa 2 orang yang selamat.

Hmm, kalo ada yang pernah nonton Hunger Game, yang sama-sama bertema permainan maut, tingkat kesadisan film Escape Room ini sama sekali tidak seberapa.

Namun, cukup lumayan seru lah, bisa membuatku duduk manis sampe film selesai. Bagi penyuka film detektif-detektif yang harus memecahkan sebuah misteri, film ini masuukk!

Escape Room bermula dari undangan misterius yang diberikan kepada orang-orang terpilih. Kenapa terpilih? Karena orang-orang tersebut adalah orang yang beruntung masih hidup dari kejadiaan naas yang pernah menimpa mereka masing-masing. Prosentase bisa selamat bisa dibilang cuma 1%.

Mereka yang terpilih untuk diundang, sejumlah 6 orang. Amanda, Zoey, Ben, Danny, Mike dan Jason. Iming-iming mendapat hadiah puluhan ribu dolar jika bisa lolos dari permainan ini.

Siapa sangka permainan ini adalah jebakan yang mengancam maut. Mereka ber-6 terperangkap di ruangan-ruangan mengancam nyawa dan mereka harus bisa memecahkan misteri/petunjuk untuk bisa menemukan jalan keluar di setiap ruangan.

Ngerinya adalah jalan keluar yang susah-susah didapat itu sama dengan menuju jalan maut berikutnya yang sudah menunggu....

Yaaa, secara kasad mata, pecipta game ini tentu tidak lain adalah psikopat-psikopat. Nyawa seseorang dianggap mainan.

Siapakah 2 orang yang selamat dari game maut ini?

(sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/628604060467158036/)

Selasa, 02 April 2019

SAATNYA MENJADI PINTAR dan KREATIF LEBIH MUDAH

Bisa dibilang sekarang zaman modern yang serba canggih ya. Internet bak menjadi kebutuhan primer saat ini. Kalau tidak ada internet, mungkin manusia modern merasa hampa ibarat kehilangan belahan jiwa.

Betapa tidak, SMS dan telepon yang dulu pake pulsa ataupun paketan, sekarang masyarakat lebih cenderung memanfaatkan kuota internet untuk bisa mempergunakan aplikasi komunikasi chatting/telepon gratis (yang penting masih ada kuota internet ya). Misalnya seperti: Whatsapp, Line, dsb. Whatsapp kini bukan aplikasi tabu atau hanya untuk kawula muda, hampir seluruh kalangan menggunakan WA -- panggilan akrab si whatsapp -- untuk sarana komunikasi. Kakek, nenek, bapak, ibu, pakdhe, budhe, om, tante. WA memang aplikasi user friendly.

WA juga sekarang menjadi media bisnis ya. Para bakulan online sudah biasa menyebar nomer WA di jejaring sosial sebagai kontak bisnis yang bisa dihubungi memesan/membeli/tanya-tanya barang jualan. Nah ternyata perdagangan offline alias jual-beli langsung juga sudah biasa saling simpan nomer WA ini. Ada cerita, saya pernah waktu ke pasar beli ayam potong, penjual & pembelinya sudah saling simpen nomer WA. Hehehe. WA mungkin bisa dibilang sudah menggeser fungsi SMS ya.

Hmmm, lalu saya mulai underestimate kenapa kok provider-provider itu bak menaikkan tarif reguler, ntah SMS, telepon ataupun internet, pulsa tersedot drastis (bahkan customer tidak menyadari tindakannya apa, kok pulsa tiba-tiba terpotong sebanyak itu), itu karena SUDAH DIGESER OLEH FENOMENA INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI.

Pengalaman pribadi, pulsa bisa habis Rp 10.000 hanya dalam dalam sepersekian detik karena kena tarif internet reguler. Ckckckc. Saya rasa banyak masyarakat yang juga mengalami hal yang sama dengan saya.

OK, itu tentang media komunikasi,  fenomena media sosial juga merajalela saat ini. Ada Facebook, Twitter, Instagram, dsb.

Dulu waktu saya masih kuliah, media sosial yang populer yaitu Friendster, Facebook dan Twitter. Friendster sudah lama tenggelam.

Dunia online masih belum terlalu semarak seperti sekarang. 

Saya dulu kalau mau desain/edit gambar atau foto pake Photoshop, Photoscape. Sekarang? WAAHHH, banyak bangettt aplikasi untuk desain. Banyak banget aplikasi-aplikasi yang menjamur di internet. Bahkan PLAYSTORE sudah menjadi bawaan HP. Kita tinggal download aplikasi yang kita butuhkan (sekali lagi, asal ada kuota internet ya).

Ada aplikasi beken seperti Canva, bagus untuk desain template. Logo, poster, Flyer, dll. Bisa memperbagus akun media sosial kita. Apalagi untuk bisnis jualan. Canva kudu ada di HP kita.

Oh ya, untuk download gambar, biasanya kita search dari google ya. Namun, sekarang kita bisa download aplikasi yang memiliki jutaan gambar-gambar lucu. Seperti, Pixabay, Pinterest

Nah, untuk edit gambar supaya lebih kece dan bisa diberi tulisan-tulisan atau variasi, kita bisa download Photogrid. Kalau pengen gambar/foto dibuat effect kartun atau lukisan, ada aplikasi Pencil Sketch Art Cartoon, tapi pake aplikasi ini harus sabarrr ya, soalnya banyak iklan lewat.

Aplikasi editing video juga tidak ketinggalan. Wahh, buat saya, ini tidak kalah seru. Sejak dulu memang saya suka dengan desain dan multimedia.

Banyak aplikasi editing video yang bisa dilakukan via HP. Ada FilmoraGo, VivaVideo, Kinemaster, dll. Kita jadi movie maker, video iklan produk, tutorial "kecil-kecilan" hanya lewat HP lho. Seruuuu sekaliii!

Maka dari itu semua, HP kekinian kudu memiliki RAM dan memori yang gedhe ya. 
Nah untuk jadi pintar dan kreatif bisa memudahkan kita ya. Yang penting kita mau belajar.


 (sumber gambar: https://gadgetsquad.id/news/ini-dia-aplikasi-hp-yang-selama-ini-bikin-lemot/)

Sabtu, 16 Februari 2019

[TIPS] Membuat link bit.ly diikuti dengan nama sendiri

Aq mau berbagi tips untuk para emak-emak pejuang olshop yang biasa promosi produk di medsos dan ingin mencantumkan chat pintas ke Whatsapp pribadi secara langsung.

Nah kita bisa membuat link tersebut melalui situs bit.ly.

Jika kita ingin membuat link bit.ly diikuti dengan nama buatan kita sendiri, juga bisa lho. Kamu hanya perlu login (kalau belum daftar, daftar member dulu, gampang asal punya email aktif aja).

Setelah berhasil login, kita tinggal masuk ke pilihan Create.

Berikut langkah-langkah mudahnya ya:

 1. Klik CREATE.

2. Link acak generate dari bit.ly yang sudah kita punya, kita tinggal paste ke kolom PASTE LONG URL.

 

3. Tinggal edit/custome nama pake nama kamu sendiri, misal: bit.ly/MauChatLulu.

4. Klik SAVE.

Selesai, selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

[CERPEN] I'M GIVE UP, JASMINE!

"Saya terima nikahnya Ananda Anindiya binti Aryono Ahmad dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Hari ini datang juga.... Di saat Singgasana Arsy pun ikut berguncang mendengar lafal yang kuucapkan yang tidak sampai 30 detik ini.

Janji suci di antara kami sudah dipegang oleh Sang Penguasa Singgasana Arsy. Masya Allah.

Nanda, dia... istriku yang dulu tidak sengaja kutumpahkan tehnya dan membasahi dokumen-dokumennya.

"Maaf, Nan, maaf,"

"Gimana sih, kamu ngelamunin siapa? Ngelamunin aku?" kesalnya padaku tapi masih bisa bercanda. 

Kami bekerja satu instansi.

"Maaf, Nan,"

"Maaf doang, terus kertasnya bisa kering?"

Kukira saat itu dia benar-benar marah. Aku sudah merasa sangat bersalah.

"Hahaha. Serius amat sih!" serunya.

Aku terkejut. Lho ngga jadi marah.

"Kamu ngga marah?"

"Marah lah! Hahaha." jawabnya sambil membuang tissu bekas mengeringkan meja.

"Kok malah cengengesan, tapi syukurlah aku ngga jadi jantungan," 

"Kamu bisa ngga sih, santai gitu raut wajahnya, serius terus, aku ngga bisa bedain kamu lagi serius atau melucu,"

"Kamu cantik," godaku bermaksud menguji nalurinya apakah aku bercanda atau serius.

"Kamu orang pertama kali yang mengatakan itu." ujar wanita berpenampilan sederhana tapi aku tahu dia cerdas.

Dia memakai kacamata ala Nissa Sabyan dan pasminah ditata simple. Dia juga tidak pernah memakai make-up berlebihan, hanya sebatas perona bibir warna peach

Kini wanita berbalut long kebaya putih dan span batik bagaikan putri khayangan turun dari langit untuk bersanding denganku. Nanda menyembunyikan kecantikannya untukku... suaminya.

Nanda juga berkenan resign dari pekerjaan, karena tidak diperkenankan pasangan menikah dalam satu instansi ini. Itu demi aku, demi menjadi istriku!

Tuhan menunjukkan di mana berlian dalam lautan. Itulah Nanda.

Aku sudah jauh-jauh hari berjuang untuk masuk ke perusahaan ini, adalah jalan Tuhan untuk menjemput Nanda!

Aku tidak tahu jadinya jika aku tetap menikah dengan Jasmine, yang hanya membuka pintu hatiku, tidak pernah masuk. Tidak pernah bisa masuk. Karena Tuhan sudah menyodorkan hak veto pada Nanda untuk tinggal di hatiku.

(sumber gambar:https://www.pexels.com/search/love/)

***

Kusibukkan hari-hariku dengan bekerja. Dinas ke luar kota, luar pulau, justru kesempatan itu yang kusuka. Pergi keluar Jakarta, setidaknya menumpuk memori 'penolakan' yang sering terlintas dalam benak.


Ingin kembali ke kampung halaman, Tulungagung, Jawa Timur, tapi perjalanan tes masuk ke instansi BUMN ini tidak mudah. Semudah itukah kulepaskan hanya patah hati. Pengecut kan.... Aku tidak mau.

Bahkan aku harus bolos kuliah untuk ikut tes.
Masa depanku kurengkuh pelan-pelan, demi dia.

Tuhan punya rencana lain. Dia bukan yang terbaik meski kukira yang terbaik.

"Kak Iqbal maaf, aku juga udah keterima beasiswa di Belanda, aku juga mau magang di salah satu perusahaan di sana, Kak." ungkapnya meluluhlantakkan hatiku.

Cinta pertamaku semburat bersama debu tertiup angin......

***

Kepada: Jasmine Aliyah Az-Zahra
Dari Iqbal (tapi bukan yang di TV),


Kamu perlu tahu kenapa aku pilih menulis surat, bukan mengetik pesan via gadget seperti mengikuti zaman. Maaf, perasaanku tidak mengikuti zaman, tulisan yang sungguh-sungguh aku tulis ini adalah bentuk keseriusanku, Jasmine.... (Bergetar tanganku saat menulis namamu. Mungkin kalau pake gadget, aku bakal pilih emoticon kepala pusing, kamu ngga akan bisa merasakan bahwa saat aku menulis ini seisi hatiku berburu menumpahkan semuanya).

Sejak pertama kali bertemu denganmu, hatiku sudah bergetar. Tapi, aku hajar perasaan itu. Pingsan. Setelah tersadar, perasaan itu muncul lagi, aku hajar lagi. Pingsan. Bangun. Pingsan. Bangun. Pada awalnya, kekuatan dan pertahananku sangat kokoh. Tapi, benteng pun bisa hancur karena serangan gerilya bertubi-tubi.

Aku jatuh cinta, apa yang ada pada kamu semuanya. Cantik paras itu bergelimangan di bumi, tapi cantik hati adalah karunia Tuhan. Aku tidak bisa tidak memperhatikanmu sejak kamu masih semester 1. Akhlakmu adalah sosok calon pasangan yang kudamba. Maaf, Jasmine, aku mencintaimu. 

Setelah wisuda, jika kau menerimaku, aku akan melamarmu. Aku sudah mempertimbangkan ini sebelum menulis ini, aku sudah mencari pekerjaan dan diterima. 

Kutunggu jawabannya 2 minggu lagi.

***

Hatiku sudah kutata sedemikian rupa. Pintu depan sudah terkunci dengan gembok emas '200 karat'. Tidak mungkin ada yang bisa membukanya selain empunya kunci emas yang sama, 200 karat.

Aku susah berjanji pada ayah-ibu yang memberikanku restu untuk menuntut ilmu di Jakarta. Jangan terlena gempita metropolitan, seperti gaya hidup dan wanita, tujuanku ke ibukota negeri, hanya demi menuntut ilmu.
Janjiku tetap kukuh, teguh, tangguh, tiada yang bisa menggoyahkan gembok emas 200 karat.

Sebelum kehadiran perempuan yang hanya ada dalam gambaran tanganku menjadi nyata.

"Apa-apaan ini?" pikirku.

Aku melihat mahasiswi baru, bernama Jasmine, perempuan berhijab -- keturunan Uzbekistan -- bermata bulat dan berhidung mancung.

"Namanya siapa, Kak?" tanyanya sambil membawa bolpen dan buku biodata panitia OSPEK yang harus diisi lengkap.

"Iqbal,"

"Iqbal, Kak?"

"Iya,"

Dia tersenyum sambil menulis namaku di buku panitia. Aku berusaha tetap angkuh dan agak garang sebagai Komisi Disiplin, padahal hatiku lembut kok.... 

"Kenapa kamu senyum-senyum?"

"Maaf, ngga papa, Kak," jawabnya sedikit takut, kukira.

Ternyata....

"Aku suka Iqbal tapi yang di TV, Kak," sambungnya polos.

Aku agak kecele. Sepersekian detik, aku sempat besar kepala. GR.

"Nomer telponnya berapa?" Pertanyaan terakhirnya.

"081...."

Dia menulis.

"234...."

Dia menulis.

"567...."

"Kok urut, Kak? Bercanda nih,"

"Kamu jadi mau isi telpon ngga?" kataku sok cool.

"Jadi,"

"Ya udah, tinggal tulis, 8, semb--"

"Sembilan, sepuluh." sambungnya sambil tersenyum lagi. 

Eh, eh, eh ini anak berani menantang Komisi Disiplin yaaaa. Kok ngga takut ya. Apakah faktor nama idola dia sama dengan namaku.... Astaghfirulloh, pertemuan pertama sudah bikin hati bergejolak.

Jasmine adik kelas, setahun di bawahku.

Semester 3, kondisi hati aman terkendali.
Semester 4, kondisi hati juga masih aman.
Semester 5, kondisi hati agak goyah.
Semester 6, goyah.
Semester 7, gempa.
Semester 8, akhirnya kutahu, dia pemilik kunci gembok '200 karat' yang susah ditemukan itu.

I'm give up, Jasmine.

###

Kamis, 14 Februari 2019

"Safety Sakti"


“Otak anak kecil bagaikan spons.” kata ilmu psikologi. Itu artinya, mereka akan mudah mengingat dan meniru apa yang didengar dan dilihat. Pada usia 5 tahun pertama merupakan masa terbaik untuk orang tua membangun pondasi agama dan adab kepada anak. Ini adalah masa penting, seharusnya tidak dilewatkan para orang tua. Sehingga setelah anak-anak terjun ke dunia sosial, misal: sekolahan, mereka sudah mengerti dasar agama dan adab. 

PERAN ORANG TUA SANGATLAH PENTING. Bukan hanya bertumpu pada pendidikan yang diberikan oleh sekolah. Justru kedekatan intens dan bimbingan dari orang tua kepada anak, akan membuat mereka memiliki ‘safety sakti’ alamiah. Dalam bawah sadar anak-anak akan tercanang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Hal itu akan dibawa hingga dewasa.

Bahkan bisa dikatakan, sekolah formil adalah wahana umum menuntut ilmu di bidang akademik dan non akademik, sementara keluarga adalah wahana terbaik anak-anak untuk menuntut ilmu perihal akhlak dan adab yang akan lebih mengena/menyentuh  ke hati. Di sini orang tua harus sadar betul bahwa ketika Tuhan telah memberikan amanah pada mereka seorang anak, tugas mereka adalah menjadikan manusia titipan Tuhan itu kelak bisa menjadi manusia yang baik.

Ilmu parenting bisa didapat dari buku-buku, situs parenting, seminar parenting atau saling sharing antar orang tua mengenai pengalaman yang membawa manfaat. 

Namun sebenarnya, jiwa seorang ayah dan ibu sudah diberikan Tuhan hati nurani. Sebagai orang tua, tentu ingin anaknya menjadi manusia yang baik, kecuali hati nurani itu sudah mati.

Pendidikan akhlak dan adab SANGAT PENTING sejak dini. Proses pembelajaran yang lebih efektif justru bukan dari sekolah yang hanya memberikan materi/teori, tapi dalam keluarga akan lebih bermakna dan dapat dipraktekkan secara langsung setiap hari. Lingkungan keluarga yang baik, akan mempengaruhi psikologis anak.

Saat mereka terjun ke dunia sosial, lalu beranjak dewasa, pondasi akhlak dan adab akan tercanang dalam benak mereka. Sehingga jika saat mereka berhadapan dengan penyimpangan agama/adab, ‘safety sakti’ dalam diri mereka mulai berfungsi. Benteng diri.

Zaman modern seperti saat ini, salah pergaulan dapat menghancurkan hidup seseorang. Jadi sungguhlah beruntung dan diberkati, jika para generasi muda dapat mempergunakan akal pikiran, hati nurani dan memiliki ‘safety sakti’ dari kecil yang dibawa hingga dewasa. 'Safety sakti' akan semakin kuat, semakin kuat, saat kita berdoa atau mengingat Tuhan.

Tidak akan sulit untuk menjalankan slogan SAY NO TO FREE SEX, DRUGS AND DRINKS. Jangan rusak harga diri hanya karena kesenangan semu semata. 

Yuk jadi generasi muda yang cerdas dan bijaksana! ^_^
(sumber gambar: https://www.vectorstock.com/royalty-free-vector/happy-muslim-family-cartoon-vector-4948572)

Di era milenia yang serba praktis ini, ilmu parenting akan lebih mudah didapat secara online. Nah, mengingat ilmu parenting ini cukup penting, bagi siapa saja yang ingin berbagi ilmu/informasi, bisa membuat website sendiri berisi tentang dunia orang tua & anak.

Belum bisa membuat website sendiri? Ada www.dumetschool.com yang bisa membantu mewujudkan keinginan kita untuk membuat web sendiri.


https://www.dumetschool.com/lomba/menulis-blog

Kalau mau mandiri mempunyai website pribadi untuk commercial, dan sebagainya, DUMET school ini bisa jadi alternatif solusi ya.

Sabtu, 09 Februari 2019

[HEALTH] Selsun Blue: Atasi Kulit Kepala Gatal dan Ketombe/Busik

Shampoo anti ketombe Selsun Blue bisa jadi alternatif kamu untuk yang punya masalah kulit kepala gatal dan ketombe/busik (bahasa jawa).

Aq sudah coba sendiri. Ampuhh! Sebenarnya shampoo merk ini biasa dipake suami. Dia malah ada 2, yang Selsun oranye sama biru. Tapi yang oranye cenderung keras ya. Kalo ketombe masih batas wajar, cukup pake yang biru.

Kelemahan shampoo ini, setelah aq pake keramas, rambut terasa kaku (saat basah). Tapi kalo sudah kering, ngga terlalu kaku, ngga lembut.

Untuk aroma, jangan tanya, bukan shampoo untuk wangi-wangian ya. Heheh...  Aroma obat, aq masih bisa tolerir.

Aq perlu untuk pengobatan sih, jadi ngga papa aq pake aja sementara.

Selsun ini ada produk untuk dipake sehari-hari, Selsun Gold, tapi aq belum cobain.

Bagi kamu yang punya masalah kulit kepala gatal dan ketombe, Selsun Blue bisa jadi alternatif ya.